Gejala Penyakit Tifus Pada Anak-anak dan Orang Dewasa

Pernahkah anda mendengar tifus? Banyak sekali masyarakat Indonesia yang terserang penyakit satu ini. Munculnya tipes disebabkan karena pengaruh virus bernama salmonella typhosa yang menyerang pada bagian sistem kekebalan tubuh. Virus ini masuk kedalam tubuh manusia melalui berbagai macam perantara, mulai dari tinja yang terinfeksi sampai dengan penderita itu sendiri.

Meskipun typus tidak termasuk penyakit berbahaya seperti jantung, stroke, dan diabetes, tapi tetap saja anda harus lebih waspada. Sudah banyak sekali kasus kematian yang disebabkan karena penyakit satu ini. Berikut beberapa gejala penyakit tipes pada anak-anak dan orang dewasa yang patut untuk anda waspadai.

Gejala Penyakit Typus Pada Anak-anak dan Orang Dewasa

Gejapa penyakit tipes pada anak

Gejapa penyakit tipes pada anak

Demam tinggi bersiklus

Sekilas memang terlihat sama, tapi jika dilihat-lihat demam akibat tipes memiliki siklus tersendiri. Demam yang merupakan gejala tifus cenderung akan naik-turun mengikuti masa inkubasi yang dilakukan oleh virus.

Mula-mula demam akan sangat tinggi di 7 hari pertama. Kemudian demam seolah-olah turun selama 1-2 hari. Namun akan kembali tinggi dan bahkan bisa lebih parah setelahnya.

Tubuh terasa lemas dan tak bertenaga

Meskipun sebenarnya banyak energi yang masuk kedalam tubuh, tapi karena jumlah trombosit yang menurun di bawah kisaran normal, badan anda akan terasa sangat lemas dan tak bertenaga.

Kondisi semacam ini apabila dibiarkan akan sangat berbahaya, apalagi jika terjadi pada anak-anak. Segera tambah trombosit anda dengan memperbanyak konsumsi buah bervitamin C tinggi seperti misalnya jambu biji.

Pusing berlebihan

Gejala typus selanjutnya adalah pusing berlebihan. Sakit kepala muncul sebagai komplikasi dari jumlah trombosit yang berada di bawah normal. Biasanya pusing akan terus muncul, terutama ketika malam hari tiba.

 

Leave a Reply